Check your heart ! ;)
Written and Compiled by: Ahmad Bin Ismail Khan
1. Mari perteguh dan memperbaharui kadar iman.
Karena Iman dapat berkurang dengan kemaksiatan dan bertambah karena
ketaatan.Keimanan akan menghapuskan segala keresahan, melenyapkan
kegundahan, menghilangkan rasa cemas, was-was. Dan merupakan benteng
pertahanan diri yang paling kokoh.
2. Memperbanyak ingat kepada Allah (dzikrullah).
Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang, jiwa
akan menjadi tentram, dosa akan diabaikan, Allah akan menjadi ridha,
dan tekanan hidup akan terasa ringan.
(yaitu) orang-orang yang beriman
dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.[QS] ArRad 28
3. Memperbanyak istighfar kepada Allah.
Sebab dengan istighfar akan membasuh segala sayatan dosa yang
menimbulkan kegelisahan dihati, akan ada jalan keluar dari kesulitan
yang melanda. Membersihkan hati dari segala rasa bersalah, cemas dan
gelisah. Yang dengannya Allah akan mendatangkan kedamaian ke dalam hati.
4. Shalat.shalat,
jika kita diliputi ketakutan, dihimpit kesedihan dan dicekik
kerisauan, maka segeralah bangkit untuk melakukan shalat, niscaya jiwa
akan kembali tentram dan tenang. Sesungguhnya shalat itu (atas izin
Allah) sangatlah cukup untuk hanya sekedar menyirnakan kesedihan dan
kerisauan. Dan setiap kali dirundung kegelisahan, Rasulullah SAW selalu
meminta kepada Bilal, Tenangkanlah kami dengan shalat, wahai Bilal(al
Hadist). Begitulah, shalat benar-benar merupakan penyejuk hati dan
sumber kebahagian bagi Rasulullah SAW.
5. Berinteraksilah dengan Al-Quan.
Hiduplah bersama Al-Quran, baik dengan cara menghafal,
membaca,mendengarkan ataupun merenungkannya. Sebab, ini merupakan obat
yang paling mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan. Jadikan
Quran bagian dari bahan bacaan wajib kita.Sediakan waktu khusus bagi
kita untuk membaca Al-Quran, isilah waktu-waktu senggang kita dengan
baca Al-quan, bahkan manfaatkanlah waktu-waktu padat kita dengan
membaca atau mendengarkan Quran. Seperti saat menunggu antrian, dalam
perjalan menuju dan pulang dari tempat kerja, sambil nyetir mobil
dengarkanlah Al-quran, selepas shalat lima waktu biasakanlah membaca
selambar Al-quran. Intinya setiap kesempatan yang memungkinkan kita
untuk membaca dan mendengarkannya maka manfaatkanlah. Jika hatimu telah
sibuk dengan Al-Quran maka tak ada celah bagi hatimu untuk galau dan
sedih.
6. Memperbanyak doa kepada Sang Khaliq,sebab
doa memiliki rahasia yang sangat ajaib untuk melepaskan seseorang dari
kesulitan.Sarana yang mudah dan bisa dilakukan setiap hamba yang
ditimpa kesedihan,dan kesulitan untuk mengadukan permasalahannya kepada
Tuhannya.
Dan pintu kebahagian terbesar adalah
doa kedua orang tua. Berusahalah mendapatkan doa itu dengan berbakti
kepada mereka berdua agar doa mereka menjadi benteng yang kuat yang
menjagamu dari semua hal yang tidak disukai.
7. Isilah waktu kosong dengan berbuat aktivitas yang bermanfaat.
Kegalauan akan lebih banyak melanda orang-orang yang banyak
menganggur, tidak mempunyai aktivitas hidup yang berarti, maka
pikirannya akan mudah menerawang dan melayang tak tentu arah. Maka
bangkitlah sekarang juga, lakukan amalan-amalan berfaedah
kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, seperti shalat, baca buku,
bertasbih, mengkaji, menulis, bercanda, memasak, jalan-jalan, bersepeda
santai, berkebun, atau membuat ketrampilan.Atau lakukan hobi yang
disukai. Dengan cara itu maka kita telah membuat diri kita akan terjauh
dari segala gundah, kesedihan dan was-was.
8.Yakinlah bahwa kau tak pernah sendiri. Ketika
engkau dilanda masalah, beban hidup terasa berat, cobaan hidup yang
datang silih berganti, keruwetan hidup yang semakin kompleks dan
tenggelam didalam galau tak pasti. Yakinlah bahwa engkau tak pernah
sendiri, ada Allah tempat engkau mengadukan segala keluh kesahmu, yang
akan mendengar segala doa dan permohonanmu. Hadir-Nya akan selalu
membawa harapan,, yang membuat engkau tersenyum kembali. Cinta-Nya akan
selalu hadir disini membelai mu, yang selalu hadir dihatimu.Yakinlah
bahwa cobaan dan ujian adalah cara terindah dari-Nya untuk menaikan
derajatmu disisi-Nya.
9. Luangkan sedikit
waktu untuk berbicara dan berkomunikasi dengan orang-orang yang kita
sayangi , bercanda dan bercengkrama denga mereka, hal ini
akan membantu mengurangi beban pikiran yang menyababkan kita galau dan
meredam emosi. Boleh jadi kita mendapatkan nasehat dan solusi dari
permasalahan kita.
10. Sambutlah kegalauan
dengan kebesaran hati sebab disana terbentang tangga menuju jenjang
berikutnya ,hadapi dengan berani dan jangan pernah melarikan diri.
Maka dalam segala kegaluan itu, kita harus tetap survive. Kegaluan
mungkin telah memberi kita satu kerugian. Jangan pula kita menambah
menjadi dua kerugian yaitu menjadi gagal untuk menalukkan segala galau
dan kesedihan. Maka hadapilah dengan lapang dada, mari berdamai dengan
segala kesedihan. Terimalah segala ketentuan-Nya dengan sepenuh hati,
berlindunglah kepada-Nya.
11. Jangan sampai hal-hal sepele membuat kita galau dan membinasakan diri kita.
Banyak orang galau, cemas, gelisah dan bersedih karena hal-hal sepele
yang tak berarti.Jangan mau dihancurkan oleh hal-hal yang sepele, dan
jangan memperlakukan masalah lebih besar dari kenyataannya yang
sebenarnya.Berhati-hatilah, jangan terlalu takut menghadapi masalah dan
jangan terlalu membesar-besarkan masalah.
12. Selalu berpandangan positif dan menjauhi pikiran-pikiran negatif.
Pandanglah hidup dengan indah, selalu ambil sisi baik dari setiap
peristiwa yang menimpa kita. Setiap momen adalah bermakna yang dengan
kita berproses menjadi manusia yang lebih dewasa.Maknai hidup dengan
benar, maka kebenaran memaknai dan memandang hidup itulah yang akan
menjadikan seseorang memiliki ketenangan jiwa, ketentraman, kebahagian,
perasaan lezat dengan iman.Apapun yang terjadi. Maka orang-orang yang
seperti ini kata Ibnu Qayyim adalah orang-orang yang tidak merasa
gelisah ketika orang lain gelisah. Tidak takut ketika orang lain takut,
tidak menangis ketika orang lain menangis.Wajah dan hati mereka
bersinar karena cahaya Allah.
13. Keluarlah ke tempat
yang lapang, berekreasi ketempat-tempat yang indah, lihatlah
kebun-kebun yang menawan penuh bunga, keluarlah dari rumah dan jangan
mengurung diri dalam kamar, dakilah gunung-gunung,
jamahlah tanah di lembah-lembah, reguklah air sungai yang jernih, Mari
tengok segala kebesaran ciptaan Allah, menjelajahi pelosok negeri dan
berjalan dibumi Allah yang luas ini, menyaksikan rimbun dan hijaunya
hutan, kunjungi kebun binatang, mendengarkan kicauan burung, mendengar
dan menyaksikan deburan ombak, birunya lautan,dan sibaklah ciptaan dan
kreasi sang Pencipta. Inilah diantara perkara-perkara yang dapat
melapangkan dada, menghilangkan segala gundah dan galau, melenyapkan
awan kesedihan, dan menghilangklan stress akibat berat dan banyaknya
cobaan hidup.
14. Tata kembali tatanan
hidup kita yang kacau, perbaharuilah sikap dan semangat hidup kita.
Jadikan hidup lebih bervariasi. Ubah rutinitas hidup yang membosankan,
enyahkan segala kejenuhan hidup, lakukan variasi dalam ibadah dan
pekerjaan kita. Kerjakanlah sesuatu dengan keteraturan dan
kerapian.Lihatlah bahwa semesta ini di bangun diatas sebuah
keteraturan.Karena itu, pakaian, rumah, kamar, meja, dan kewajiban kita
hurus dikerjakan dengan rapi. Jika sesuatu telah ditata dan diatur
serta dikerjakan dengan baik maka akan mengurangi hal-hal yang
menyebabkan kita galau dan sedih dari sisi pekerjaan, kewajiban, dan
kondisi dimana kita beraktivitas dan berdiam.
15. Jangan membaca
buku-buku yang memanjakan pesimisme dan putus asa, hindarilah tayangan
media yang membuat kita bertambah galau, yakinlah bahwa acara tivi dan
reality show cukup mempengaruhi dan memberi andil kita galau dan sedih,
seperti kisah-kisah orang yang putus asa karena cinta, ditolak cinta,
dikhianati cinta, ataupun kisah orang yang memadu kasih yang membuat
kita iri dan galau, hindari nyanyian atau syair-syair yang berisi tentang segala galau dan yang membuat kita melow. Maka stop segala media yang bisa menambah kegalauan kita.Alternatifnya
lakukanlah kegiatan-kegiatan yang bisa mengalihkan perhatian kita dari
acara-acara yang menambah kegalauan kita.Seperti menulis, membaca,
berekreasi, atau pilihlah tontonan yang menarik dan inspiratif serta
yang bisa menambah wawasan kita.
16. Tempat yang perlu didatangi ketika galau dan terasing,
Ibnu Masud RA pernah didatangi oleh jamaahnya selepas taklim. Tempat
mana yang harus aku datangi saat aku mendapati keadaanku galau dan
terasing? seru jamaah.Datangilah tempat yang Alquran sering dibacakan. Kamu duduk dan simak bacaannya. Niscaya kamu akan dapati ketenangan. Lalu, datangi tempat-tempat yang kamu diajak untuk mengingat dan menyebut Allah dan akan bertambah ilmumu. Terakhir, datangi alas sajadahmu di keheningan malam dan mengadulah kepada Rabb Pengatur hidupmu.
17. Yakinlah galau pasti berlalu,
sesudah galau pasti ada senyum dan kegembiraan.Bersama kesulitan akan
selalu ada kemudahan, optimislah jangan putus asa dan menyerah tanpa
usaha. Berbaiksangkalah kepada Allah. Dan tunggulah segala kebaikan dan
keindahan dari-Nya.
Yang lalu biarlah berlalu,
mengingat dan mengenang masa lalau, kemudian bersedih atas nestapa dan
kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila.Itu,sama
artinya membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan
yang belum terjadi. Maka,
Hiduplah dengan batasan hari ini,
hari ini lah milik kita.Ketika waktu pagi tiba jangan menunggu sampai
sore.Dan ketika sore,jangan tunggu sampai pagi.Kerahkanlah semangat yang
ada untuk menjadi lebih baik hari ini.
Biarkan masa depan itu hingga ia datang sendiri,
dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok.Karena jika kita
telah melakukan yang terbaik hari ini maka hari esok juga baik dan tak
ada yang perlu dirisaukan.
18. Membaca
kisah, sejarah dan biografi orang-orang hebat, orang-orang pernah
diuji, hal ini akan memotivasi dan menguatkan semangat kita dalam
menjalani kehidupan. Dan mengambil pelajaran berharga dari
mereka, bagaimana mereka bangkit dari keterpurukan, melawan segala
rintangan dan sikap meraka tentnag hidup dan kehidupan.
19. Sadarilah bahwa
kehidupan akan menjadi sangat indah jika kita menikmatinya dengan
senyuman, bukan dengan muram durja dan kesedihan yang berlarut-larut.
20. Kegalauan umunya banyak melanda dan menghinggapi orang-orang yang sedang sendirian dan tidak ada teman atau sahabat untuk berbagi keluh kesah dan yang menguatkan dikala lemah. Maka
milikilah teman-teman yang baik, teman yang shalih dan yang selalu
optimis yang akan membantu meringankan kesulitan-kesulitan yang kita
hadapi dan membukan pintu harapan.
21. Khusus bagi sobat
muda yang sedang dilanda galau oleh cinta…………..saat cinta itu mulai
menyapa, berkata kata dan saling berbisik rahasia, melukis jutaan bait
membaur bersama debaran dan dugaan..disanalah sesungguhnya keindahan
itu biarkanlah tetap begitu, indah dalam diam Benar adanya, tidak akan
pernah ada hati yang bisa menolaknya, penolakan terhadap Cinta adalah
pengingkaran terhadap fitrah. Karena cinta adalah nuansa kejujuran
hingga sebagaimanapun kerasnya penolakan terhadap cinta… dengan
berbagai aransmennya.. cinta itu tetap ada.(NAI)
Saat cinta hadir dan merasuk ke
relung jiwa, memang tidak salah dan tidak bisa ditolak,yang menjadi
masalah adalah saat kita tertawan oleh cinta yang salah, oleh cinta
yang tidak semestinya.Yaitu cinta yang akan menjadikan diri kita
tawanan dari apa yang kita cintai.Jauhilah cinta yang berlebihan dan
cinta yang dilarang,sebab itu adalah azab bagi jiwa,dan penyakit bagi
hati.
Jika kamu mencintai sesuatu maka cintailah dengan sesederhana ………………
Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam bersabda:Cintailah kekasihmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia
menjadi musuhmu pada suatu saat nanti. Dan bencilah musuhmu
sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi sahabat dekatmu pada suatu
saat nanti” (Diriwayatkan oleh Tirmidzi, menurut Albani hadis ini
Shahih)
Umar bin Khaththab berkata:
Janganlah cinta membuatmu terbelenggu oleh beban yang berat, dan
janganlah rasa bencimu membuatmu hancur lebur. lalu aku
(Aslam)bertanya: Bagaimana hal itu boleh terjadi? Umar menjawab: Jika
kamu cinta, maka kamu berusaha mencintainya secara berlebihan seperti
bayi. Dan jika kamu membenci sahabat-mu, maka kamu menginginkan dia
hancur. (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad no.
1322)
22. Obat terbaik dari
setiap penyakit adalah yakni mencegah sebelum terjadinya penyakit,
begitu juga dengan obat terbaik dari segala galau, sedih dan gelisah
adalah memutus mata rantai penyebab-penyabab yang membuat kita galau.
Kita harus segera menyelesaikan permasalahan atau penyebab galau itu
sendiri, harus diingat bahwa menyimpan masalah dan tidak segera
menyelesaikannya bagai menyimpan bom waktu yang sewaktu-waktu pasti
akan meledak.
Padang, 17 Desember 2011
Written and Compiled by: Ahmad Bin Ismail Khan